Minggu, 27 Mei 2012

Orang itu berjalan diantara hujan dan harapan doa

Disela-sela musim hujan ini dan di saat Allah menurunkan air segarnya dari langit, hampir kebanyakan manusia menikmatinya dengan mencari kehangatan di rumahnya atau bahkan tidur nyenyak di sangkar hangatnya. Lain halnya dengan apa yang dilakukan kakek itu yang ternyata masih memiliki tanggungan anak kecil. Secara diam-diam kakek tersebut keluar dari rumah setelah anaknya tidur. Kakek tersebut keluar rumah jalan kaki sambil menikmati turunnya hujan.


Sampailah sang kakek di rumah temannya yang dulu pernah menjadi rekan kerjanya. Dengan nada merendah dan suara terbata-bata kakek tersebut berterus terang untuk meminjam sejumlah uang. Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk menutupi kekurangan biaya yang dikeluarkan untuk membiaya anak kecilnya yang masih sekolah. Sayangnya temannya tersebut belum mampu untuk membantu sang Kakek. Dengan perasaan kecewa mungkin, namun dalam wajah beliau kuatkan dengan raut wajah tersenyum kakek tersebut mengucapkan terima kasih. Sang kakek berpamitan, berjalan begitu cepat dan masih tetap semangat di bawah rezki air yang Allah turunkan.


 Setidaknya kakek tersebut telah menunjukkan "ini lho ya Allah, aku nikmati hujanmu dengan tetap berikhtiar demi anakku. Aku keluar dari rumah untuk mencari nafkah, dan ini adalah pilihan terakhir. Namun Engkau telah mengetahui kan Allah, bahwa aku keluar bukan untuk meminta namun untuk untuk meminjam amanah dari orang-orang yang bisa membantuku". Kakek tersebut mungkin akan terus berjalan sampai Allah benar-benar membuktikan kemurahan-Nya. Bisa jadi pula ketika lelah kakek itu akan kembali ke rumah untuk sekedar melenyapkan rasa lelah. Semoga saja di tengah-tengah perjalanan, kakek itu benar-benar mendapat berkah dari turunnya hujan.


Ini adalah peristiwa yang menyentuh hati saya 1 (satu) hari yang lalu dan mungkin disaat itu kita sedang hangat-hangatnya berada di balik selimut. Coba bayangkan jika kita yang menjadi anaknya. Kakek tersebut sudah pulang saat kita masih nyenyak tidur. Di kala bangun dengan ringannya kita minta uang saku untuk beli makanan ringan. Dengan ringannya kita menanyakan makanan apa saja yang bisa dimakan. Dengan mudahnya kita ngambek di saat orang tua tidak bisa memberikan apa yang kita harapkan. Dengan mudahnya kita keluar rumah setelah bangun dari tidur tanpa menanyakan ke orang tua kita apa yang mereka minta.


 Lantas apakah sempat kita bertanya apa yang mereka lakukan ketika kita tidur siang disaat hujan turun. Atau apa saja yang dilakukan orang tua kita dalam sepertiga malam di saat kita sedang pulas tidur. Jarang sekali dan bahkan tidak pernah sebagian dari kita menanyakan hal-hal tersebut. Di pagi hari uang saku harus ada dikala kita meminta hingga kita lupa untuk minta doa restu dalam bentuk bersalaman. Saat di sekolah kita sudah gregetan untuk marah atau ngambek karena banyak tagihan dari sekolah yang belum bisa dibayarkan orang tua kita.


 Di kala pulang tanpa mengucapkan salam kita sudah marah karena hal tadi, menanyakan makanan apa sudah siap belum, bagaimana dengan jatah bulanan kita, kapan ayah akan membelikan sepeda motor baru, kapan ayah dan ibu mengajak kita jalan-jalan, kapan aku bisa berangkat sekolah lebih awal tanpa harus jalan kaki dan kehujanan dan kapan kita bisa hidup enak dan nyaman.
Sampai kapan kita akan terus mengeluhkan oran tua kita. Sampai kapan kita akan terus merepotkan mereka berdua.


 Sampai kapan kita akan terus membebani mereka. Dan ketika mereka sudah tua, kita anggap mereka sebagai beban. Yang mengerikan ada sebagian dari kita mengirimkan orang tua kita yang sudah renta ke panti jompo.
Seperti itukah akhlah kita?
Seperti itukah balasan terhadap orang tua kita?
Akan terus menerus kah kita menjadi beban mereka?
Dan apakah selanjutnya justru kita anggap mereka sebagai beban ketika mereka sudah tidak mampu lagi berjalan?


Sementara jelas dalam Islam, sebesar apapun balasan kita tetap tidak akan pernah setimpal dengan apa yang dilakukan orang tua untuk kita. Yang bisa kita lakukan hanya berbuat baik (birul walidain) selama mereka hidup dan senantiasa mendoakan di kala mereka sudah meninggalkan kita.
Kain putih apa yang akan terlebih dahulu kita lihat saat orang tua kita memakainya?
Kain putih yang membuat kita menyesal begitu dalam saat kita mengenakan kain kafan ke orang tua kita? Atau
Kain penuh deru air mata kebahagiaan saat melihat mereka mengenakan baju Ihram?

Selasa, 08 Mei 2012

Manfaat serta Khasiat Undur Undur

Manfaat serta Khasiat Undur Undur

Manfaat serta Khasiat Undur Undur



Kalau anda pernah tinggal didesa, atau memeng orang desa, pasti pernah tau hewan yang namanya undur-undur. Hewan kecil ini suka hidup di tanah berdebu/berpasir dan mudah dikenali dari ‘rumahnya’ yang berbentuk kerucut terbalik.


 Kontruksi rumah seperti ini bukannya tanpa tujuan. Bentuk kerucut terbalik ini para undur-undur sengaja dibuat untuk menjebak hewan yang lebih kecil, misalnya semut, sebagai santapan sehari-hari mereka.


 Cara berburu undur-undur cukup mudah bisanya anak – anak mengikat kaki undur – undur sebagai pancingan untuk menangkap undur – undur yang lain dengan cara memasukkan undur-undur yang sudah terikat tadi pada pusaran pasir yang diduga sebagai sarang undur-undur, sehingga undur-undur yang ada dalam sarangnya akan terangkat setelah dicengkram undur yang tadi sudah diikat. Siapa sangka hewan yang sering bersembunyi didalam tanah/pasir ( dapat kita jumpai bila pasir/tanah kering berbentuk seperti pusaran )dan sekecil kutu anjing ini mampu mengatasi  diabetes.Ternyata undur-undur sangat berkhasiat dalam pengobatan.


Binatang undur-undur ini merupakan binatang unik yang sering kita lihat dan biasanya bisa kita temukan di tempat berpasir kering, umumnya di desa ( bukan dikota). Ternyata undur-undur ini bisa menjadi obat mujarab menyembuhkan penyakit diabetes.

Binatang kecil sering kita jumpai di sekitar rumah berhalaman pasir itu ternyata bisa menurunkan gula darah. Berdasarkan penelitian diketuai Tyas Kurniasih dari Universitas Gadjah Mada Jogjakarta berjudul Kajian Potensi Undur-Undur Darat (Myrmeleon sp) 2006, binatang ini mengandung zat sulfonilurea. Kerja sulfonylurea pada undur-undur adalah melancarkan kerja pankreas dalam memproduksi insulin.


 Karena, ketika insulin dalam tubuh manusia menurun sementara kadar glukosa darah meningkat, maka terjadi ketidak seimbangan. Padahal insulin diperlukan untuk mengubah glukosa(gula darah) menjadi glikogen (gula hati/gula otot). Ini berakibat kadar glukosa dalam darah menjadi tinggi sedemikian rupa, kelebihan glukosa tadi terbuang bersama air kencing. Makanya penyakit ini disebut kencing manis.


  Dimana insulin sebagai penghasil energi tubuh terus berkurang. Akibatnya, tubuh mudah terserang penyakit. Sulfonilurea termasuk agen oral hipoglikemik ( zat yang berfungsi menurunkan glukosa darah) pada pengidap diabetes tipe-2.

Dr. Budi sering meresepkan undur-undur untuk mengatasi gangguan gangren akibat kadar gula darah tinggi. Dalam teori TCM, kata Dr. Budi, serangga ini berkhasiat melancarkan peredaran darah. Hewan ini mirip cacing tanah dan lintah yang dapat menembus atau menghancurkan gumpalan-gumpalan dalam pembuluh darah. Diyakininya undur-undur dapat membuat regenerasi sel menjadi lebih baik.


Sulfonylurea yang terkandung di dalam undur-undur merupakan zat yang sama dengan sulfonylurea yang selama ini digunakan di dalam obat DM buatan. Undur-undur dengan sulfonylurea-nya ternyata juga dapat mengobati DM dengan cara kerja yang sama dengan obat DM yang pernah ada. Sulfonylurea dalam bentuk antidiabetik oral hanya cocok untuk mengobati DM tipe 2 karena cara kerjanya memperbaiki kerja pankreas dalam mensekresikan insulin, sedangkan pada penderita DM tipe 1, pankreasnya sudah tidak dapat memproduksi insulin secara permanen.

Pada penderita DM tipe 2, terdapat tiga kondisi abnormal yang mungkin dimiliki. Pertama; mutlak kekurangan insulin dalam arti sekresi hormon insulin berkurang karena kerusakan sel-sel beta pankreas. 


Kedua; relatif kekurangan insulin dimana sekresi insulin tidak mencukupi dengan adanya kebutuhan metabolisme yang meningkat (misalnya pada pasien yang kelebihan berat badan).


 Ketiga; resisten terhadap insulin dan hiperinsulinemia karena penggunaan insulin perifer yang kurang sempurna.Menurut Siswandono dan Sukarjo (1995:709), turunan sulfonylurea dapat merangsang pengeluaran insulin pankreatik, menurunkan pemasukan insulin endogen ke hati dan menekan pengeluaran secara langsung insulin endogen ke hati dan menekan secara langsung glukagon. Semua obat golongan sulfonylurea merupakan antidiabetik oral.

Cara mengonsumsinya ada 2 macam:
 
1. Langsung ditelan sebanyak 3-5 ekor, sehari 2 kali.

2. Dimasukkan ke dalam kapsul, lalu di minum sehari 2 kali ( pagi dan sore).
undur-undur yang akan dikonsumsi itu harus dalam keadaan hidup. Undur-undur bisa bertahan hidup di dalam kapsul selama 4 jam. Undur-undur yang sudah mati, khasiatnya akan jauh berkurang.

Kandungan dan Manfaat / Khasiat Bunga Tapak Dara

Kandungan dan Manfaat / Khasiat Bunga Tapak Dara

Kandungan dan Manfaat / Khasiat Bunga Tapak Dara
Kandungan dan Manfaat / Khasiat Bunga Tapak Dara- Bunga Tapak Dara dengan nama latinnya yaitu Catharanthus roseus sering digunakan sebagai tanaman hias karna bunganya yang indah dan menawan, bunga yang berasal dari daerah madagaskar ini mempunyai dua warna yaitu warna putih dan warna merah. Tumbuhan ini tingginya bisa mencapai 100 cm dan tumbuh di daerah yang beriklim tropis.
Akar, batang, daun dan bunganya mengandung  unsur zat kimiawi yang sangat bermanfaat bagi pengobatan diantaranya zat vinkristin, vinrosidin, vinblastin dan vinleurosin yang merupakan kandungan komposisi zat alkaloid dari tapak dara. Bunga Tapak Dara ini mempunyai banyak khasiat bagi kesehatan diantaranya bisa mengobati penyakit Diabetes mellitus, hipertensi atau tekanan darah tinggi, leukemia, asma dan lain sebagainya.
Berikut ini khasiat tapak dara serta cara pemakaiannya :
  • Diabetes mellitus : 6-10 lembar daun tapak dara direbus sampai mendidih dengan air sebanyak 3 gelas , setelah dingin kemudian diminum, Ulangi sampai sembuh
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi : 15-20 gram daun tapak dara yang sudah dikeringkan ditambah dengan 10 gram bunga krisan, kemudian direbus dengan air sebanyak 2.5 gelas, disaring lalu diminum setiap sore .
  • Leukemia : Tapak dara yang sudah dikeringkan sebanyak 20-25 gram ditambah adas pulawaras, rebus dengan air 1 liter kemudian disaring. Setelah dingin diminum 2 kali sehari , pagi dan sore.
  • Asma dan Bronkhitis : 1 patong bonggol akar tapak dara direbus dengan air sebanyak 5 gelas, dinginkan lalu diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
  • Demam : 12-20 gram daun tapak dara serta 3 potong akar dan batangnya direbus dangan 4 gelas air sampai mendidih hingga tersisa 1.5 gelas, diminum pagi dan sore ditambah gula kelapa.
  • Radang perut dan disentri : Daun tapak dara yang sudah dikeringkan sebanyak 15 -30 gram, kemudian direbus dengan air sebanyak 3 gelas sampai mendidih, lalu diminum pagi dan sore sambil ditambahkan gula kelapa.
  • Kurang Darah : 4 Putik bunga dara putih, direndam dengan air bersih sebanyak 1 gelas kemudian ditaruh di luar semalam, lalu diminum secara teratur setiap pagi.
  • Tangan gemetar : 4-7 daun lembar tapak dara diseduh dengan menggunakan air panas, saring kemudian diminum biasa.
  • Gondong, Bengkak, Bisul dan Borok : ambil 1 genggam daun tapak dara, ditumbuk sampai halus kemudian tempelkan pada bagian yang luka.
  • Luka Bakar : Daun tapak dara ditambah segenggam beras direndam dengan air lalu ditumbuk sampai halus, kemudian ditempelkan pada bagian yang terkena luka bakar.

Minggu, 29 April 2012

Kita Hanya Tau Apa Yang Kita Inginkan, Bukan Yang Kita Butuhkan


Kita Hanya Tau Apa Yang Kita Inginkan, Bukan Yang Kita Butuhkan



Alhamdulillaah…..

Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

Ya alloh..Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.

Kita hanya tau apa yang kita inginkan,bukan yang kita butuhkanKetika kita dilanda kebimbingan..Dihadapkan pada pilihan yang sulit...

Sebenarnya hati kita sendiri telah memiliki jawaban apa yang sebenarnya kita inginkan..Tetapi hati ada kalanya dimasuki oleh bisikan syaitan..Dan kita hanya tau apa yang kita inginkan..Sedangkan terkadang kita tidak tau apa yang kita butuhkan...

Beberapa hari yang lalu,,seseorang mengingatkan aku bahwa

“Jika ada sepatu yang begitu kita sukai, tetapi ukuran sepatu itu tidak cukup dengan kaki kita..Apakah kita akan tetap memaksa membelinya??

Tentu tidak kan jawabannya..Seperti realita kehidupan kita sehari - hari..sadarkah kita bahwa Terkadang ada kalanya kita memaksakan kehendak kita..

Jika Allah tidak mengambulkan do'a kita..kita akan marah dan berpikiran..

“Mengapa Allah tidak memberikan apa yang aku inginkan?Mengapa Allah tidak menyayangiku?”

Padahal sadarkah sahabat, bahwa biasanya kita tidak mengetahui makna dari kejadian yang Allah berikan, pada saat itu juga..Tetapi terkadang membutuhkan waktu,,mungkin sehari,sebulan,setaun,atau bertahun – tahun dari kejadian itu..

Mungkin Allah ingin kita belajar untuk lebih kuat..Belajar untuk lebih sabar..Belajar untuk lebih bersyukur..Belajar untuk Memahami,Dan akan tiba suatu saat di mana Allah akan menunjukkan bahwa yang Dia berikan kepada kita adalah yang terbaik..

Memang belum tentu yang kita inginkan,tetapi selalu yang kita butuhkan..Dan ketika Allah telah menunjukkan petunjuknya..kita akan berkata..Alhamdulillah..Segala Puji Bagimu Ya Allah..Tuhan Semesta Alam..

Allah Yang Maha Mengetahui Apa yang tidak kami ketahui...

Terima kasih Ya Allah,kini kami paham bahwa semua yang Engkau berikan adalah yang terbaik..

Engkau ingin kami menjadi lebih kuat lagi,agar semakin siap dan tangguh dalam menghadapi cobaan dari-Mu selanjutnya..

Ketika kita meminta Kekuatan…

Allah memberi kita ujian untuk kita hadapi agar membuat kita semakin kuat.

Ketika kita meminta Kesuksesan…

Allah memberi kita kegagalan agar kita mampu belajar u/ sukses.

Ketika kita meminta beberapa kelebihan…

Allah memberi kita kekurangan agar kita memahami arti kelebihan

Ketika kita meminta kebijaksanaan…

Allah memberikan kita masalah2 yg harus kita pecahkan.

Ketika kita meminta kemakmuran…

Allah memberikan otak dan kekuatan untuk bekerja.

Ketika kita meminta Keberanian…

Allah memberi kita rintangan2 untuk kita hadapi agar kita lebih berani.

Ketika kita meminta Cinta…

Allah memberikan orang2 yg dalam kesulitan untuk kita bantu.

Ketika kita meminta pertolongan…

Allah memberi kita kesempatan

“Allah tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan melainkan Allah memberikan apa yang kita butuhkan”

so selalu positif thinking tentang apa yang terjadi dalam hidup kita..

Allah Maha Tau apa yang terbaik buat kita…

Tetap semangat menjalani proses hidup….

Bimbinglah hati kami Ya Allah..

Agar kami semakin mantap berada di jalan-Mu yang lurus..

Aamiin ya Rabbal'alamin

Bagaimana Hukum Istri Yang Ingin Cerai Dari Suami Yang Tidak Disukainya?


Bagaimana Hukum Istri Yang Ingin Cerai Dari Suami Yang Tidak Disukainya?
    • Lentera Hati Ada pertanyaan yang menghantui kebanyakan orang, yaitu, “Jika talak itu berada di tangan laki-laki sebagaimana yang kita ketahui alasan-alasannya, maka apa wewenang yang diberikan oleh syari’at Islam kepada wanita?
      Dan bagaimana cara menyelamatkan dirinya dari cengkeraman suaminya jika ia tidak suka hidup bersama karena tabi’atnya yang kasar, atau akhlaqnya yang buruk, atau karena suami tidak memenuhi hak-haknya atau karena lemah fisiknya, hartanya, sehingga tidak bisa memenuhi hak-haknya atau karena sebab-sebab lainnya.”
    • Lentera Hati Sebagai jawabannya adalah, “Sesungguhnya Allah SWT Yang Bijaksana telah memberikan kepada wanita beberapa jalan keluar yang dapat membantu wanita untuk menyelamatkan dirinya, antara lain sebagai berikut:

    • Lentera Hati ‎1. Wanita membuat persyaratan ketika aqad bahwa hendaknya ia diberikan wewenang untuk bercerai. Ini boleh menurut Imam Abu Hanifah dan Ahmad. Dalam hadits shahih dikatakan, “Persyaratan yang benar adalah hendaknya kamu memenuhinya selama kamu menginginkan halal kemaluannya.”

    • Lentera Hati ‎2. Khulu’, wanita yang tidak suka terhadap suaminya boleh menebus dirinya, yaitu dengan mengembalikan maskawin yang pernah ia terima atau pemberian lainnya. Karena tidaklah adil jika wanita yang cenderung untuk cerai dan merusak mahligai rumah tangga, sementara suaminya yang menanggung dan yang dirugikan. Allah SWT berfirman, “Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami isteri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus diri. . .” (AlBaqarah: 229)

    • Lentera Hati Di dalam hadits diceritakan bahwa isteri Tsabit bin Qais pernah mengadu kepada Rasulullah SAW tentang kebenciannya kepada suaminya. Maka Nabi SAW bersabda kepadanya, “Apakah kamu sanggup menggembalikan kebunnya, yang dijadikan sebagai mahar”
      maka wanita itu berkata, “Ya.”
      Maka Nabi SAW memerintahkan Tsabit untuk mengambil kebunnya dan Tidak lebih dari itu.
    • Lentera Hati ‎3. Berpisahnya dua hakam (dari kedua belah pihak) ketika terjadi perselisihan. Allah SWT berfirman: “Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimkanlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscanya Allah memberi taufik kepada suami isteri ini.”

    • Lentera Hati Penamaan Al Qur’an terhadap Majlis keluarga ini dengan nama “Hakamain” menunjukkan bahwa keduanya mempunyai hak memutuskan (untuk dilanjutkan atau tidak). Sebagian sahabat mengatakan kepada dua hakam, “Jika kamu berdua ingin mempertemukan, pertemukan kembali, dan jika kamu berdua ingin memisahkan maka pisahkanlah.

    • Lentera Hati ‎4. Memisahkan (menceraikan) karena lemah syahwat, artinya apabila seorang lelaki itu lemah dalam hubungan seksual maka diperbolehkan bagi seorang wanita untuk mengangkat permasalahannya ke hakim sehingga hakimlah yang memutuskan pisah di antara keduanya. Hal ini untuk menghindarkan wanita itu dari bahaya, karena tidak boleh saling membahayakan di dalam Islam.
    • Lentera Hati ‎5. Meminta cerai karena perlakuan suami yang membahayakan, seperti seorang suami yang mengancam isterinya, menyakitinya, dan menahan infaqnya. Maka boleh bagi isteri untuk meminta kepada qadhi untuk menceraikannya secara paksa agar bahaya dan kezhaliman itu dapat dIhindarkan dari dirinya. Allah SWT berfirman: “Janganlah kamu tahan mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka…”
      (Al Baqarah: 231)

    • Lentera Hati “Maka ditahan (dirujuk) dengan baik atau menceraikan dengan cara yang baik…
      (Al Baqarah: 229)

      Di antara bahaya yang mengancam adalah memukul isteri tanpa alasan yang benar. Bahkan sebagian imam berpendapat bolehnya menceraikan antara wanita dengan suaminya yang kesulitan, sehingga ia tidak mampu untuk memberikan nafkah dan isterinya meminta cerai. Karena hukum tidak membebani dia untuk bertahan dalam kelaparan dengan suami yang fakir. Sesuatu yang ia tidak bisa menerima sebagai realisasi kesetiaan dan akhlaq yang mulia.

      Dengan solusi ini maka Islam telah membuka kesempatan bagi wanita sebagai bekal persiapan untuk menyelamatkan dirinya dari kekerasan suami dan penyelewengan kekuasaan suami yang tidak benar.

suami pemalas

asalamualaikum wr.wb

saya telah menikah selama kurang lebih 2 tahun, dan selama 2 tahun itu suami saya tidak bekerja, memang pada saat awal pernikahan orang tua sempat menentang karena suami saya tidak mempunyai pekerjaan tetap tapi karena saya cinta pada suami saya tidak menghiraukan nasihat orang tua saya, dan saya pikir sambil berjalan suami saya mau berusaha dan mencari pekerjaan. tetapi setelah berjalan 2 tahun ini saya yang menafkahi keluarga karena saya yang bekerja. dan sampai untuk biaya persalinan pun saya yang mengeluarkan, setiap saya bicarakan masalah ini pasti dia marah dan temprament maka saya putuskan untuk tidak membahas masalah ini untuk menghindari pertengkaran, tapi hati saya sepertinya tidak menerima

yang ingin saya tanyakan apa hukum suami yang tidak menafkahi istri secara lahir dan berdosakan saya apabila sering mengeluhkan suami saya dalam hati???
    • Lentera Hati Jawaban
    • Lentera Hati Sebagaimana telah difahami bahwa kewajiban seorang suami adalah memberikan nafkah kepada keluarganya.

    • Lentera Hati Islam menganggap dosa besar bagi seorang suami yang mengabaikan kewajiban ini, sebagaimana disebutkan didalam riwayat Abu Daud dari Abdullah bin 'Amr, ia berkata; Rasulullah saw bersabda: "Cukuplah dosa bagi seseorang dengan ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya." Didalam sabdanya saw yang lain yang diriwayatkan oleh Muslim disebutkan : "Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa orang-orang yang menahan makan (upah dan sebagainya) orang yang menjadi tanggungannya."

    • Lentera Hati Islam tidaklah menuntut besar kecilnya penghasilan atau rezeki yang didapat seseorang akan tetapi yang dituntut darinya hanyalah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mendapatkan rezekinya itu, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori dari Az Zubair bin Al 'Awam dari Nabi saw bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh seorang dari kalian yang mengambil talinya lalu dia mencari seikat kayu bakar dan dibawa dengan punggungnya kemudian dia menjualnya lalu Allah mencukupkannya dengan kayu itu lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada manusia, baik manusia itu memberinya atau menolaknya".

    • Lentera Hati Umar bin Khottob pernah mengatakan,”Tidak sepantasnya seorang dari kalian hanya duduk-duduk saja tidak mencari rezeki dan hanya berdoa,’Wahai Allah berikanlah aku rezeki.’ Bukankah kalian telah mengetahui bahwa langit tidak akan menurunkan emas dan perak.”

    • Lentera Hati Adapun besaran dari nafkah yang harus diberikan seorang suami kepada istri dan anak-anaknya tergantung kepada kemampuan si suami. Semakin tinggi kelas ekonominya maka ia harus semakin memberikan kelayakan hidup bagi keluarganya dan sebaliknya ketika suami memiliki tingkat ekonomi yang rendah maka si istri juga harus bisa memahaminya tanpa harus menuntutnya dengan sesuatu yang diluar batas kemampuan dan kesanggupannya.
    • Lentera Hati Kewajiban memberikan nafkah ini tidaklah hilang dari diri seorang suami walaupun istrinya seorang yang kaya raya atau memiliki penghasilan sendiri. Tidak ada salahnya bagi seorang istri untuk mengingatkan suaminya akan kewajiban ini terlebih jika tampak adanya pengabaian terhadap kewajiban ini didalam dirinya.

    • Lentera Hati Dan jika seorang suami tetap mengabaikan kewajibannya memberikan nafkah kepada keluarganya sehingga si istri harus menafkahi sendiri kebutuhan diri dan keluarganya dengan hartanya maka biaya yang dikeluarkannya selama itu menjadi utang yang harus dibayar oleh suaminya. Suami tetap diwajibkan membayar utang tersebut walaupun hal itu terjadi selama bertahun-tahun lamanya selama si istri belum merelakannya.
    • Lentera Hati pengabaian ini juga menjadikan si istri memiliki hak meminta kepada hakim agar memaksa suaminya untuk memenuhi kebutuhannya atau agar memisahkan mereka berdua dari tali perkawinan.
    • Lentera Hati Didalam kitab ”al Mausu’ah” disebutkan bahwa para fuqaha telah bersepakat kewajiban memberikan nafkah istri ada pada suaminya dikarenakan akad sah (perkawinannya)... Jika seorang suami tidak menunaikan kewajiban ini tanpa adanya penghalang yang berasal dari istrinya maka si istri memiliki hak untuk meminta nafkahnya tersebut melalui hakim sehingga si hakim mengambil dari suaminya secara paksa. Akan tetapi jika si suami tidak memberikan nafkahnya dikarenakan adanya penghalang dari istrinya,

cere lewat sms

Pertanyaan, “Aku mengirim SMS kepada isteriku yang bunyinya ‘Engkau kucerai’. Apakah SMS tersebut berstatus hukum sebagai sumpah?”
Lentera Hati وعليكم السلام , يقول صلى الله عليه وسلم (إن الله تجاوز عن أمتي ما حدثت به نفسها ما لم تتكلم به أو تعمل به)

Jawaban Syaikh Abdul Muhsin bin Nashir al ‘Ubaikan, “Nabi bersabda, “Sesungguhnya Allah memaafkan apa yang terlintas dalam batin umatku selama belum diucapkan atau belum dilakukan”.


    • Lentera Hati وأخذ الفقهاء بأن قول( لم تعمل به )أن الخط والكتابه بالطلاق يقع فإرسال رساله في معنى العمل فيقع الطلاق والله أعلم

      Dari kata-kata ‘selama belum dilakukan’ para pakar fikih membuat kesimpulan bahwa cerai via tulisan adalah cerai yang sah. Mengirim SMS itu bentuk dari ‘dilakukan’ sehingga cerai yang anda jatuhkan itu sah sebagai perceraian”.