Manfaat serta Khasiat Undur Undur
Kalau anda pernah tinggal didesa, atau memeng orang
desa, pasti pernah tau hewan yang namanya undur-undur. Hewan kecil ini
suka hidup di tanah berdebu/berpasir dan mudah dikenali dari ‘rumahnya’
yang berbentuk kerucut terbalik.
Kontruksi rumah seperti ini bukannya
tanpa tujuan. Bentuk kerucut terbalik ini para undur-undur sengaja
dibuat untuk menjebak hewan yang lebih kecil, misalnya semut, sebagai
santapan sehari-hari mereka.
Cara
berburu undur-undur cukup mudah bisanya anak – anak mengikat kaki undur
– undur sebagai pancingan untuk menangkap undur – undur yang lain
dengan cara memasukkan undur-undur yang sudah terikat tadi pada pusaran pasir
yang diduga sebagai sarang undur-undur, sehingga undur-undur yang ada
dalam sarangnya akan terangkat setelah dicengkram undur yang tadi sudah
diikat. Siapa sangka hewan yang sering bersembunyi didalam tanah/pasir ( dapat kita jumpai bila pasir/tanah
kering berbentuk seperti pusaran )dan sekecil kutu anjing ini mampu
mengatasi diabetes.Ternyata undur-undur sangat berkhasiat dalam
pengobatan.
Binatang undur-undur ini merupakan
binatang unik yang sering kita lihat dan biasanya bisa kita temukan di
tempat berpasir kering, umumnya di desa ( bukan dikota). Ternyata
undur-undur ini bisa menjadi obat mujarab menyembuhkan penyakit diabetes.
Binatang kecil sering kita jumpai di sekitar rumah berhalaman pasir itu ternyata bisa menurunkan gula
darah. Berdasarkan penelitian diketuai Tyas Kurniasih dari Universitas
Gadjah Mada Jogjakarta berjudul Kajian Potensi Undur-Undur Darat
(Myrmeleon sp) 2006, binatang ini mengandung zat sulfonilurea. Kerja
sulfonylurea pada undur-undur adalah melancarkan kerja pankreas dalam
memproduksi insulin.
Karena, ketika insulin dalam tubuh manusia menurun sementara kadar glukosa darah meningkat, maka terjadi ketidak seimbangan. Padahal insulin diperlukan untuk mengubah glukosa(gula darah) menjadi glikogen (gula hati/gula
otot). Ini berakibat kadar glukosa dalam darah menjadi tinggi
sedemikian rupa, kelebihan glukosa tadi terbuang bersama air kencing.
Makanya penyakit ini disebut kencing manis.
Dimana insulin sebagai penghasil energi tubuh terus berkurang. Akibatnya, tubuh mudah terserang penyakit. Sulfonilurea termasuk agen oral hipoglikemik ( zat yang berfungsi menurunkan glukosa darah) pada pengidap diabetes tipe-2.
Dr. Budi sering meresepkan undur-undur untuk mengatasi gangguan gangren akibat kadar gula
darah tinggi. Dalam teori TCM, kata Dr. Budi, serangga ini berkhasiat
melancarkan peredaran darah. Hewan ini mirip cacing tanah dan lintah
yang dapat menembus atau menghancurkan gumpalan-gumpalan dalam pembuluh
darah. Diyakininya undur-undur dapat membuat regenerasi sel menjadi lebih baik.
Sulfonylurea yang terkandung di dalam undur-undur merupakan zat yang sama dengan sulfonylurea yang selama ini digunakan di dalam obat DM buatan. Undur-undur dengan sulfonylurea-nya ternyata juga dapat mengobati DM dengan cara kerja yang sama dengan obat DM yang pernah ada. Sulfonylurea dalam bentuk antidiabetik oral hanya cocok untuk mengobati DM tipe 2 karena cara kerjanya memperbaiki kerja pankreas dalam mensekresikan insulin, sedangkan pada penderita DM tipe 1, pankreasnya sudah tidak dapat memproduksi insulin secara permanen.
Pada penderita DM tipe 2, terdapat tiga kondisi abnormal yang mungkin dimiliki. Pertama; mutlak kekurangan insulin dalam arti sekresi hormon insulin berkurang karena kerusakan sel-sel beta pankreas.
Kedua; relatif kekurangan insulin dimana sekresi insulin
tidak mencukupi dengan adanya kebutuhan metabolisme yang meningkat
(misalnya pada pasien yang kelebihan berat badan).
Ketiga; resisten
terhadap insulin dan hiperinsulinemia karena penggunaan insulin perifer yang kurang sempurna.Menurut Siswandono dan Sukarjo (1995:709), turunan sulfonylurea dapat merangsang pengeluaran insulin pankreatik, menurunkan pemasukan insulin endogen ke hati dan menekan pengeluaran secara langsung insulin endogen ke hati dan menekan secara langsung glukagon. Semua obat golongan sulfonylurea merupakan antidiabetik oral.
Cara mengonsumsinya ada 2 macam:
1. Langsung ditelan sebanyak 3-5 ekor, sehari 2 kali.
2. Dimasukkan ke dalam kapsul, lalu di minum sehari 2 kali ( pagi dan sore).
undur-undur yang akan dikonsumsi itu harus dalam keadaan hidup. Undur-undur bisa bertahan hidup di dalam kapsul selama 4 jam. Undur-undur yang sudah mati, khasiatnya akan jauh berkurang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar